Thursday, March 01, 2007

Nama-nama tempat sekitar Isra’miraj


Beberapa tempat yang disebut dalam peristiwa Isra’ Mi’raj:

a. Masjidil Haram

Pengertian "masjidil" bukanlah nama untuk sebuah bangunan utuh melainkan sebuah tempat untuk bersujud. Masjidil Haram adalah tempat yang terdapat di dalamnya bangunan ka'bah, Maqam ibrahim, Hajar Aswad, Hijir Ismail (Hateem), Sumur Zam-Zam dan tempat Sai antara bukit Safa dan Marwa. Masjidil Haram terletak di kota Mekah. Pada zaman dahulu masjidil haram adalah berupa tanah lapang dengan kabah di tengahnya dengan rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Kemudian penguasa-penguasa muslim di daerah itu mengadakan perluasan dan membangun bangunan yang mengelilingi kabah seperti yang kita lihat sekarang.


Bagian-bagian dari Masjidil haram diantaranya, yaitu:

Kabah


Kabah merupakan rumah ibadah pertama di muka bumi yang berbentuk persegi empat. Kabah sebenarnya sudah ada sebelum manusia turun ke bumi. Allah SWT memerintahkan kepada malaikat agar membangun tempat bertawaf seperti baitul makmur yang ada di langit. Baitul makmur merupakan tempat bertawaf para malaikat di langit. Dengan dibangunnya Ka’bah di bumi, maka malaikat-malaikat di bumi ber-Thawaf (mengelilingi) Ka’bah ini, sama dengan mengelilingi Baitul Makmur. Ritual Thawaf ini adalah sebuah ibadah yang dilakukan Malaikat (sama dengan Thawafnya umat islam ketika berhaji) yaitu suatu upaya dari para malaikat untuk mengharapkan rahmad dan maghfirah Allah.

Para malaikat sambil mengelilingi Ka'bah (di bumi) maupun Baitul Makmur yang di langit sambil berdoa memohon kepada Allah agar senantiasa dijauhkan dari hal-hal yang dapat menimbulkan kemurkaan-Nya.
Saat nabi Adam turun ke bumi, Allah SWT telah meletakkan kubah di tempat dimana Kabah sekarang berada agar kubah ini dijadikan tempat bertawaf oleh Nabi Adam. Diriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, "Allah Taala telah mengutus Jibril a.s. kepada Adam dan Hawa, (Allah berfirman), " Kalian berdua bangunlah bagi-Ku sebuah rumah " Kemudian Jibril menunjukkan tempatnya. Adam menggali dan Hawa memindahkan tanahnya, sehingga sampai kepada air terdengar suara dari bawah, "Hati-hati wahai Adam." Ketika Adam sedang membangunnya, Allah berfirman kepadanya agar dia bertawaf di rumah itu dan dikatakan, "Kamu adalah manusia pertama dan ini adalah rumah pertama yang dibangun. Dalam AlQur’an juga ada firman Allah yang membenarkan bahwa kabah adalah rumah ibadah pertama yang dibangun di bumi. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

Di bangunan Ka'bah itu pulalah, Nabi Adam mengumpulkan seluruh anak-anaknya untuk persidangan, perkawinan dan penentuan hak untuk Qabil dan Habil, sebagai putra pertama dan kedua dari seluruh anak-anak Nabi Adam. Setelah wafatnya Adam as. anak-anaknya membangun Kabah dengan tanah dan batu. Disebutkan bahwa yang membangunnya adalah nabi Syits as. Setelah itu Kabah terus ada dan terjaga sampai datang topan dan banjir di zaman Nabi Nuh a.s. lalu tenggelam dan hilang tempatnya. Bangunan kabah tetap hilang hingga datang masa Nabi Ibrahim as bersama anak dan istrinya ke lembah gersang tanpa air yang ternyata disitulah pondasi kabah dan bangunannya pernah berdiri. Lalu Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail untuk mendirikan kembali kabah di atas bekas pondasinya dahulu.

Menurut riwayat dari Tsa'labi, bahwasanya ketika Allah Ta'ala memerintahkan nabi Ibrahim as. agar membangun kabah, Allah memperlihatkan padanya awan yang berwarna putih yang membentuk persegi-empat sebagaimana bentuk rumah, lalu Allah berfirman: "Wahai Ibrahim bahwa bangunan kabah itu sebagaimana bentuk awan putih itu. Menurut riwayat Al-Waqdi bahwasanya ketika nabi ibrahim sedang menggali buat pondasi ka'bah, beliau menemukan sebuah batu pualam hijau dan pada batu itu ada tulisan hanya 4 barisan.(Wallahu a'lam), lalu Allah berfirman kepada ibrahim as. agar mendatangkan batu-batuan buat bangunan ka'bah dari 5 gunung, yaitu: Gunung Thursina, Gunung Thurzita, Gunung Labanan, Gunung Joudi, Gunung Hira. Agar kelak pada hari kiamat nanti gunung-gunung tersebut dapat memberatkan timbangan jamaah haji. Setelah dikumpulkannya batu-batuan dari gunung-gunung tersebut Ibrahim mulai membangun ka'bah.

Ismail mengaduk pasir dengan semennya pada batu-batuan itu, lalu beliau melanjutkan dan membangun ka'bah hingga pada ketinggiannya.
Lebar ukuran Kabah dibuat oleh Ibrahim adalah seperti berikut: " Dinding Timur adalah 48 kaki dan 6 inci " Dinding Hatim adalah 33 kaki " Dinding antara Hajar Aswad dan sudut Yamani adalah 30 kaki " Dinding Barat adalah 46.5 kaki.

Dalam sejarahnya setelah pembangunannya oleh Nabi Ibrahim, kabah pernah mengalami kehancuran akibat perang maupun bencana alam sehingga pembangunan ulang bangunan kabah juga dilakukan oleh suku-suku Arab yang merupakan keturunan Nabi Ismail yang berdiam di Mekah tersebut. Sehingga urutan pembangunan kabah yaitu: Generasi pertama dilakukan oleh Malaikat generasi ke-2 oleh Nabi Adam, Syist Bin Adam sebagai generasi ke-3. Generasi ke-4 Kabah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Kemudian pembangunan dilakukan oleh Suku Amaliqah dilanjutkan Suku Jurhum dan selanjutnya dilakukan oleh Qushai Bin Kilab. Generasi ke-8 dilakukan oleh abdul Muthalib dan dilanjutkan oleh generasi ke-9 oleh Quraisy. Pada generasi ke-10 kabah mengalami beberapa renovasi yang dilakukan oleh umat dari Nabi Muhammad saw.


Ada juga peristiwa menarik seputar kabah yaitu ketika pada tahun kelahiran Nabi Muhammad saw. Waktu itu kabah pernah hendak dihancurkan oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah dari Yaman. Allah SWT kemudian melindungi kabah dengan mengirimkan burung-burung Ababil yang melemparkan batu Sijil yaitu batu dari neraka yang amat panas untuk memusnahkan Abrahah beserta pasukannya. Tahun peristiwa tersebut disebut tahun gajah yang pada tahun itu juga merupakan tahun kelahiran dari Nabi akhir zaman yaitu Nabi Muhammad saw.


Kabah juga sempat dikotori oleh orang-orang Musyrik Mekah yang menempatkan berhala-berhala sebagai sesembahan selain kepada Allah. Setelah penaklukkan Mekah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dan pengikutnya kemudian berhala-berhala tersebut dihancurkan.
Kini kabah telah menjadi kiblat sholat dan juga tempat thawaf.

Di masa Nabi Muhammad, awalnya perintah shalat itu ke baitul Maqdis di Palestina. Namun Rasulullah SAW berusaha untuk tetap shalat menghadap ke kabah. Caranya adalah dengan mengambil posisi di sebelah selatan kabah. Dengan menghadap ke utara, maka selain menghadap Baitul Maqdis di Palestina, beliau juga tetap menghadap kabah. Namun ketika beliau dan para sahabat hijrah ke Madinah, maka menghadap ke dua tempat yang berlawanan arah menjadi mustahil. Dan Rasulullah SAW sering menengadahkan wajah ke langit berharap turunnya wahyu untuk menghadapkan shalat ke kabah. Hingga turunlah ayat berikut :
Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 144). Dan adalah kepunyaan Allah Timur dan Barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah Wajah Allah - (Qs. 2 al-Baqarah : 115)

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mengalihkan kiblatnya dari Baitul Maqdis ke kabah di Mekah. Hingga sekarang umat Islam tetap menjadikan kabah sebagai kiblatnya.


Maqam Nabi Ibrahim a.s.


Maqam Nabi Ibrahim a.s. adalah sebuah batu tempat berpijak Nabi Ibrahim a.s. ketika beliau meninggikan bangunan Kabah dari pondasinya. Nabi Ismail a.s. meletakkannya agar Nabi Ibrahim a.s. dapat naik lebih tinggi di atas batu tersebut. Jadi pengertian maqam disini bukan makam yang berarti kuburan. Batu ini diturunkan oleh Allah dari Syurga bersama-sama dengan Hajarul Aswad. Dari Abdullah Bin Amir Bin Ash mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Rukun (Hajar Aswad) dan Maqom adalah dua batu Ruby dari surga yang dihilangkan cahayanya oleh Allah. (HR. At-Turmudzi).

Ketika nabi Ibrahim membangun kabah, beliau berpijak pada batu itu yang kemudian batu pijakan itu mengangkat nabi ibrahim naik ke atas untuk menata batu bangunan ka'bah dan jika nabi ibrahim ingin turun , maka batu pijakan itupun turun ke bawah, kemudian beliau menyambut batu yang telah di semen oleh nabi ismail dari tangan ismail hingga beliau menyusun dan menata ka'bah hingga pada puncak bangunan.


Riwayat dari Anas bin Malik ra. berkata: bahwasanya telah kulihat bekas pijakan kaki Ibrahim as. pada batu itu membekas hingga membentuk telapak kakinya. Dan bentuk lekukan jari itupun sekarang sudah tidak begitu jelas lagi karena terlampau banyak orang yang menyentuhnya baik siang dan malam.
Sekarang batu ini sudah ditutupi dengan perak. Pada batu ini dapat terlihat bekas kedua telapak kaki Nabi Ibrahim yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm.

Hajar Aswad


Hajar Aswad merupakan batu hitam yang diletakkan di salah satu sudut kabah. Menurut sejarahnya, Hajarul Aswad diturunkan oleh Allah dari langit. Batu itu mula-mula berwarna seperti permata putih, lebih putih dari salju, tetapi lama-kelamaan menjadi hitam sebab dosa manusia. Kalau tidak karena sentuhan tersebut niscaya cahayanya menerangi antara timur dan barat. Ini diterangkan dari hadis Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam yang bermaksud: Dari Ibnu Abbas r.a. katanya, Rasulullah bersabda :" Hajarul Aswad diturunkan dari syurga dan berwarna lebih putih dari susu. Dosa-dosa manusia (anak Adam) menyebabkannya menjadi hitam " . Riwayat Ahmad dan Turmizi.

Hajar Aswad diberikan kepada Adam sebagai bagian dari kabah yang dibangunnya sebagai rumah ibadah pertama di muka bumi. Bangunan ini kemudian lenyap ketika banjir Nabi Nuh. Menurut riwayat Al-Kusai bahwasanya: ketika nabi ibrahim membangun kabah, terdengar oleh beliau seruan dari jabal Abi Qubais (Gunung Abi Qubais atau gunung kubais) dan berbunyi : "Wahai Ibrahim, bersamaku ada titipan buatmu, dan ambillah titipan itu". Lalu nabi Ibrahim pun mendekati gunung Abi Qubais, tiba-tiba gunung itupun membelah dan mengeluarkan sebuah batu hitam, karena pada waktu itu nabi Nuh as. ketika keluar dari bahteranya setelah badai topan, beliau menitipkan batu itu pada gunung Abi Qubais, oleh karena itu Allah memerintahkan agar Jabal Qubais menerima sebagai titipan. Dan batu itu ialah: "Hajar Aswad"


Selanjutnya setelah masa Ibrahim wafat, Hajar Aswad juga sempat menghilang ketika Bani Bakar bin Abdi Manaf bin Kinanah bin Ghaisyan bin Khaza'ah mengusir keturunan Jurhum dari Mekah, Amr bin Harits bin Madhadh Al Jurhumi keluar membawa dua patung emas kepala rusa dan Hajar Aswad dan dipendam di sumur Zamzam seterusnya mereka berangkat menuju Yaman. Pemendaman Hajar Aswad di dalam sumur Kabah tidak bertahan lama karena seorang wanita dari Khaza`ah memberitahukan kepada kaumnya bahwa dia melihat orang Jurhum memendam Hajar Aswad di sumur Zamzam. Kemudian mereka meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya. Hal ini terjadi sebelum pembangunan oleh Qushay bin Kilab.

Ketika ada banjir menimpa kabah, Kabah mengalami kerusakan dan dindingnya retak sehingga kabah perlu dibangun kembali. Tugas ini dibagikan antara empat kaum suku Quraish. Rasulullah turut membantu pembangunan kembali kabah. Setelah dinding-dindingnya telah selesai dibangun, tiba waktunya batu hajar aswad diletakkan kembali di tempatnya semula di dinding Timur Kabah.
Terjadi perselisihan di antara mereka untuk menentukan siapa yang mendapat kehormatan meletakkan batu Hajar Aswad itu. Ketika perselisihan itu hampir menjadi pertengkaran, Abu Umayyah, penduduk tertua Makkah, menentukan agar lelaki pertama yang memasuki pagar masjid pagi keesokkannya lah yang akan memutuskan permasalahan ini. Lelaki itu ialah Rasulullah. Penduduk Mekah bergembira. "Ia adalah al-Amin. Ia adalah Muhammad," ucap mereka.

Muhammad menghampiri mereka lalu mereka memintanya supaya memutuskan perkara itu. Muhammad setuju.
Muhammad menyarankan agar batu hitam itu ditaruh di atas sehelai kain, setiap ujung kain dipegang oleh seorang pemimpin suku. Kain itu diangkat ke tempat batu itu hendak diletakkan. Muhammad kemudian mengambil batu itu dan meletakkannya di tempatnya di dinding Kabah.

Hajar Aswad pernah pecah akibat perbuatan para perusak. Hajar Aswad kemudian disatukan kembali. Perekatan tersebut dilakukan setelah diadakan penelitian oleh para ahli untuk menentukan bahan khusus yang digunakan untuk merekat batu pecahan Hajar Aswad yaitu berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar.


Hijir Ismail


Hijr Ismail arti harfiahnya adalah pangkuan Ismail. Di sanalah Ismail putra Ibrahim, pembangun Ka'bah ini pernah berada dalam pangkuan Ibunya yang bernama Hajar. Ketika Nabi Ibrahim a.s. membangun Kabah, tingginya hanya sembilan hasta yaitu sepertiga tinggi sekarang. Begitu juga beliau mendirikan bangunan Kabah di atas fondasi ditambah enam hasta yang sekarang masuk Hijir Ismail. Ketika pembangunan dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s. lima hasta ini masuk bagian dari Kabah.

Hijir Ismail yang dulu dengan yang sekarang dapat dibedakan dengan mudah sekali, yaitu bahwa tembok yang lurus pada Hijir Ismail sekarang, yang sejajar menghadap ke arah Utara Kabah adalah masuk bagian Kabah yang dahulu dibangun Nabi Ibrahim a.s.
Tempat yang dinamakan Hijir Ismail sekarang telah dibangun pagar batu berlingkar. Tingginya 1 1/2 meter. Letaknya berdampingan dengan Kaabah di sebelah utara. Dahulunya Hijr Ismail termasuk dalam bagian bangunan kabah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s. Tetapi setelah kabah yang dibangun oleh mereka hancur, bangsa Quraisy membangun Kabah kembali, mereka mengurangi dinding Kabah bagian Utara ke Selatan seluas enam hasta dan menjadikannya bagian dari Hijir Ismail.

Berdasarkan kepada sabda Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, sebahagian dari Hijir Ismail itu adalah termasuk dalam Kabah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari 'Aisyah r.a. 'Aisyah r.a. berkata; "Aku sangat ingin memasuki Kabah untuk melakukan sholat di dalamnya. Rasulullah s.a.w. memegang tanganku dan memasukkan aku ke dalam Hijir Ismail sambil berkata " Sholatlah kamu di Hijir jika kamu hendak masuk ke dalam Kabah karena kaum engkau (orang Quraisy) telah meninggalkan bagian ini di luar semasa mereka membangun kembali Kabah".

Disunatkan bagi tiap-tiap orang yang telah mengerjakan tawaf, sholat sunat dan berdoa di Makam Ibrahim, sholat sunat pula dua rakaat di Hijir Ismail.
Hijir Ismail itu pada mulanya cuma merupakan pagar batu yang sederhana saja. Kemudian para Khalifah, Sultan dan Raja-raja yang berkuasa telah memecahkan dan membangun kembali pagar batu itu dengan batu marmer.

b. Thaibah (Madinah)


Negeri Taibah ini pada masa-masa lalu di zaman para Nabi terdahulu adalah merupakan sumber segala ilmu pengetahuan. Akhirnya orang menyebut negeri ini dengan nama Tai`bah yang diartikan sebagai Negeri Sumber Segala Pengetahuan. Negeri Taibah ini sebenarnya adalah kota Madinah.

Kota Madinah pada masa sebelum perkembangan Islam juga dikenal dengan nama Yastrib. Kota ini kemudian menjadi tempat hijrah para muslim dan menjadi tempat pusat perkembangan Islam yang penting. Nabi juga membangun tempat tinggalnya di Medinah dan juga Mesjid yang dibangun di sebelah rumahnya. Mesjid itu bernama Mesjid Nabawi. Ketika wafat, Nabi dimakamkan di dalam rumahnya tersebut. Sekarang Mesjid Nabawi telah diperluas sehingga makam Nabi Muhammad sekarang termasuk di dalam Mesjid Nabawi itu.


c. Thursina (Gunung Sinai)


Thursina (Gunung Sinai) adalah sebuah gunung yang terletak di Semenanjung Sinai di Mesir. Tinggi gunung ini adalah 2.285 meter. Gunung ini juga dikenal dengan nama Jabal Musa. Gunung ini merupakan tempat dimana Nabi Musa a.s. bercakap-cakap langsung dengan Tuhannya. Dari tempat ini juga Nabi Musa mendapatkan dua log batu dan Tauratnya dari Allah SWT.





d. Baitul Laham (Betlehem)


Betlehem adalah sebuah kota yang terletak di Palestina sekarang. Kota ini merupakan tempat kelahiran Nabi Isa a.s. Konstantin Agung pada 330 M kemudian membangun Gereja Kelahiran, di tengah Betlehem di atas sebuah gua yang disebut Holy Crypt, yang dipercaya orang Kristen sebagai tempat Nabi Isa a.s. dilahirkan. Ini merupakan gereja Kristen tertua di dunia.



e. Masjidil Aqsa


Kata al-aqsha mengandung dua arti. Secara harfiah ia berarti "jauh", maksudnya jauh dari Masjid AI-Haram. Arti makna-wiyahnya menurut sebagian ulama "bebas dari segala jenis kotoran, karena masjid ini tempat turun malaikat dan wahyu serta kiblat para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.

Masjidil Aqsha terletak di Baitul Maqdis (Yerusalem). Sekarang di tempat ini telah terdapat bangunan masjid Aqsa dan Mesjid Kubatus Shakhrah (Kubah Batu/Dome of the Rock). Persekitaran kedua masjid ini dikenali sebagai Al-Haram al-Sharif dan ia menjadi tempat suci ketiga bagi umat Islam. Jadi yang disebut oleh Nabi Muhammad sebagai masjidil Aqsa tidaklah harus sebuah bangunan. Bangunan masjid Aqsa yang ada sekarang ini baru dibangun setelah Nabi Muhammad wafat.

Masjidil Aqso merupakan tempat dimana bait Allah pernah dibangun disitu oleh Nabi-nabi terdahulu. Ketika Nabi mengadakan Isra’ Mi’raj tempat tersebut sudah menjadi puing-puing. Kaum muslimin kemudian membangunnya kembali menjadi tempat ibadah kepada Allah seperti fungsinya semula. Mesjid Al-Aqsa merupakan kiblat umat Muslim yang pertama sebelum umat muslim mengalihkan kiblatnya ke Ka'bah yang ada di dalam Masjidil Haram


Menurut riwayat, Masjidil Al-Aqsha dibangun oleh Nabi Adam a.s setelah beliau membangun Masjidil Al-Haram. Dengan demikian Masjidil Al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi. Masjid itu rusak dan runtuh dimakan waktu, kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ya'qub a.s, 40 tahun setelah Kabah dibangun kembali oleh kakeknya, Nabi Ibrahim a.s. Nabi Daud a.s membangun ulang masjid itu dan disempurnakan oleh putranya, Nabi Sulaiman a.s.
Orang Yahudi menyebut tempat yang dibangun Nabi Sulaiman itu sebagai Kuil Sulaiman (Haikal Sulaiman).

Kuil Sulaiman dibangun oleh Nabi Sulaiman a.s sebagai tempat ibadah untuk menyembah Allah SWT. Kuil Sulaiman diyakini sebagai tempat ibadah bani Israil yang dibangun tahun 960 sebelum masehi. Dalam sejarahnya kuil ini kemudian dimusnahkan oleh Nebukadnezzar dari Babilonia pada tahun 586 SM. Oleh Nebukadnezar bangsa Yahudi digiring ke Babilonia untuk dijadikan budak.

Setelah kekalahan bangsa Babilonia dari bangsa Persia yang dipimpin oleh Cyrus, bangsa Yahudi dapat kembali ke Jerusalem dan mendirikan Kuil Sulaiman untuk kedua kalinya. Selanjutnya untuk Kedua kalinya kuil ini dimusnahkan oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 70 Masehi. Titus, seorang jenderal Romawi, menyerang Jerusalem, menghancurleburkan isi kota termasuk Haikal Kedua dan mengusir bangsa Yahudi agar lenyap dari kawasan itu. Bangsa Yahudi mengungsi ke seluruh penjuru dunia.

Saat ini, hanya "Tembok sebelah Barat" yang diduga sisa dari bangunan kuil yang masih berdiri, oleh orang Yahudi tempat ini dinamakan "Tembok Ratapan/Wailing Wall". Kota ini kemudian dikuasai oleh Romawi sampai beberapa waktu yang lama.


Setelah Pemerintah Romawi Constantine memeluk agama Nasrani (312). Orang-orang Roma Kristen membangun gereja-gereja di Yerusalem, dan menjadikannya sebagai sebuah kota Nasrani. Romawi kemudian mengalami perpecahan menjadi Romawi Barat dengan pusatnya di kota Roma dan Romawi Timur dengan pusatnya di Konstantinople. Romawi Timur ini lebih dikenal sebagai Bizantium. Baitul Maqdis atau Yerusalem berada dalam kekuasaan Bizantium. Daerah ini juga pernah menjadi bagian Kerajaan Persia selama masa yang singkat karena Bizantium kembali berhasil merebutnya.


Pada tahun 638 Masehi, selepas beberapa tahun wafatnya Nabi Muhammad s.a.w., tentara Islam mengepung Baitul maqdis dan menaklukkannya tanpa pertumpahan darah. Penaklukkan ini dipimpin oleh Umar Bin Khattab, khalifah kedua Islam.
Khalifah Umar memasuki Yerusalem dengan mengendarai seekor unta putih, dikawal oleh pemuka kota tersebut, Uskup Yunani Sofronius.

Sang Khalifah meminta supaya dibawa ke tempat Masjidil Aqsa dengan ditemani beratus-ratus orang Islam.
Khalifah Saidina Umar mendapati tempat itu dipenuhi dengan debu dan sampah. Saidina Umar memerintahkan supaya tempat itu dibersihkan dengan segera. Di sana ia berlutut dan berdoa di tempat teman sekaligus nabinya Muhammad melakukan perjalanan malamnya. Di tempat sujudnya Nabi Muhammad waktu Isra’ Mi’raj tersebut kemudian didirikan sebuah masjid dari kayu. Mesjid ini dinamakan masjid Aqso.

Khalifah Umar kemudian melakukan sholat di tempat yang langsung berhadapan dengan gereja Holy Sepulchre. Di bekas tempat sholat Khalifah Umar ini kemudian didirikan Mesjid Umar.
Tempat terjadinya peristiwa mi’raj Nabi Muhammad SAW ini kemudian dibangun beberapa bangunan penting seperti Mesjid Aqso dan Kubah Batu yang termasuk dalam bagian komplek Mesjid Al-Aqsha.

Kompleks Masjid AI-Aqsha ini lazim disebut Haram al-Syarif, atau Haram al-Quds (Tanah Haram yang Suci). Kompleks itu berbentuk persegi panjang dengan luas 285 x 470 meter, sekelilingnya dipagari tembok. Beberapa bangunan penting dalam komplek Masjidil Aqso diantaranya yaitu:

Mesjid Aqso


Merupakan tempat sujudnya Nabi Muhammad ketika melakukan Isra’ mi’raj. Pertama kali didirikan oleh Khalifah Umar bin Khatab setelah berhasil menaklukkan Baitul Maqdis. Mesjid Aqso itu dibangun dengan membangunnya dari kayu. Berulangkali para Khalifah dinasti Islam melakukan perbaikan dan pembaruan masjid Aqsha. Pada tahun 691 (72 H), Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari dinasti Umayyah, selain merehab dan merenovasi Masjid Al-Aqsha dengan kubah berwarna hijau, ia juga mendirikan sebuah bangunan berbentuk kubah untuk melindungi batu tempat pijakan Rasulullah SAW saat beliau akan dimi'rajkan.

Mesjid Kubatus Shakhrah


Bangunan ini terletak tak jauh (sekitar 100 meter) di sebelah utara Masjid AI-Aqsha, yang kemudian disebut Masjid Qubbah Al-Shakhrah (Qubbatush-Sha-khrah, artinya Kubah Batu, Inggris: Dome of the Rock). Kubahnya berwarna kuning keemasan.

Mesjid Kubatus Shakhrah yang terdapat dalam komplek masjidil Aqsho, merupakan bangunan unik dalam dunia arsitektur Islam. Dinamakan dengan Kubatus Shakhrah (kubah batu besar) adalah sebagai peringatan untuk sebuah batu besar yang menjadi landasan naiknya Rasulullah saw. dalam perjalanan mikraj ke langit.

Mesjid ini mengalami beberapa kali renovasi, pada tahun 1554 M, dihiasi dengan mosaik dan keramik Turki.
Di tengah-tengah Masjid Qubbah Al-Shakhrah (Dome of the Rock), terdapat sebuah batu gunung (Arab : shakhrah) berukuran kurang lebih 13,8 x 17 meter, yang seolah-olah tergantung di udara. Di bawahnya terdapat gua berbentuk kubus berukuran 4,5 x 4,5 x 1,5 meter. Di bagian atas terdapat lubang besar bergaris tengah 1 meter. Di dalam ruangan itu terdapat sebuah mimbar dan orang dapat masuk ke dalamnya melalui sebuah pintu dengan menuruni sebuah tangga.

Menurut sebagian ulama, kesucian shakhrah itu sama dengan kesucian Hajar Aswad (batu hitam) di Ka'bah yang selalu dicium oleh jamaah haji/umrah saat tawaf; kedua batu itu sama-sama berasal dari surga. Itu sebabnya, batu pijakan Nabi Muhammad SAW saat akan mi'raj itu disebut Shakhrah al-Muqaddasah (batu yang disucikan).
Meskipun bangunan Masjid Qubbah Al-Shakhrah disebut masjid, peziarah tidak dianjurkan melaksanakan shalat di dalamnya karena bangunan itu didirikan semata-mata untuk mengabadikan peristiwa Isra’ Mi'raj Nabi Muhammad SAW, bukan untuk tempat shalat.

f. Langit


Langit (samaa' atau samawat) di dalam Al-Qur'an berarti segala yang ada di atas kita, yang berarti pula angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu, dan gas yang bertebaran.

"Antara langit yang paling bawah dengan langit berikutnya jaraknya 500 tahun, dan diantara setiap langit jaraknya 500 tahun; antara langit yang ketujuh dengan kursi jaraknya 500 tahun; dan antara kursi dan samudra air jaraknya 500 tahun; sedang 'Arsy berada di atas samudra air itu; dan Allah berada di atas 'Arsy tersebut, tidak tersembunyi bagi Allah sesuatu apapun dari perbuatan kamu sekalian." (Diriwayatkan oleh Ibnu Mahdi dari Hamad bin Salamah, dari 'Ashim, dari Zirr, dari 'Abdullah ibnu Mas'ud)
"Tahukah kamu sekalian berapa jarak antara langit dengan bumi?" Kami menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda: "Antara langit dan bumi jaraknya perjalanan 500 tahun, dan antara satu langit ke langit lainnya jaraknya perjalanan 500 tahun, sedang ketebalan masing-masing langit adalah perjalanan 500 tahun. Antara langit yang ketujuh dengan 'Arsy ada samudra, dan antara dasar samudra itu dengan permukaannya seperti jarak antara langit dengan bumi. Allah Ta'ala di atas itu semua dan tidak tersembunyi bagi-Nya sesuatu apapun dari perbuatan anak keturunan Adam." (HR Abu Dawud dan Ahli Hadits lainnya)

g. Baitul Makmur


Ketika di langit ke tujuh Nabi Muhammad melihat Baitul Makmur. Baitul Makmur adalah tempat para malaikat bertawaf. Di langit terdapat sebuah bangunan yang juga mirip Ka'bah namanya Baitul Makmur, setiap hari Malaikat yang Thawaf (mengelilingi Baitul Makmur) sekitar 70.000 (wallahu alam). Diriwayatkan karena sangat banyaknya jumlah malaikat di langit itu, maka mereka hanya dapat Thawaf sekali dalam seumur hidupnya.

Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang awal dibuatnya Baitul Makmur yaitu ketika Allah akan menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi. "Dan ketika Tuhanmu berkata pada para malaikat, sesungguhnya aku menjadikan khalifah di muka bumi." Para malaikat bertanya, "Apakah Allah akan menjadikan manusia yang justru akan merusak bumi dan suka mengalirkan darah, padahal kami selalu memahasucikan dan memuji-Mu?" Allah SWT berfirman, "Aku lebih mengetahui tentang sesuatu yang tidak kamu ketahui."

Para Malaikat menyangka bahwa yang mereka katakan adalah sanggahan terhadap Tuhan dan bahwa perkataan mereka telah membuat Tuhan marah sehingga mereka berlindung di bawah Arsy sambil menadahkan kepala dan menunjuk dengan jari-jarinya, merendahkan diri dan menangis memohon ampun dari murka Allah. Para Malaikat tawaf di sekeliling Arsy cukup lama dan Allah melihat mereka lalu turunlah rahmat-Nya kepada mereka dan diciptakanlah di bawah Arsy sebuah rumah yang disebut Baitul Makmur.

Allah berfirman kepada para Malaikat, "Tawaflah di rumah ini dan tinggalkan Arsy", maka para Malaikatpun tawaf di rumah ini, tujuh puluh ribu malaikat satu hari satu malam, mereka tidak pernah kembali lagi kepada-Nya. Karena jumlah malaikat di langit itu sangat banyak, maka mereka hanya dapat Thawaf sekali dalam seumur hidupnya. (Jumlah manusia yang tidak sebanyak malaikat pun juga menyebabkan pemerintah Arab saudi membatasi jumlah jamaah haji untuk berthawaf di kabah).

Kemudian Allah mengutus malaikat-malaikat ke bumi seraya berfirman kepada mereka, "Bangunlah untuk-Ku sebuah rumah di bumi seperti ini (Baitul Makmur)." Maka Allah memerintahkan kepada makhluk-Nya di bumi untuk tawaf di rumah tersebut sebagaimana penghuni langit tawaf di Baitul Makmur. Para malaikat itu bertawaf di sekeliling kabah itu hingga datangnya nabi Adam dan istrinya Hawwa di wilayah itu.

h. Sidratul Muntaha

Sidratul muntaha secara harfiah berarti 'tumbuhan sidrah yang tak terlampaui', suatu perlambang batas yang tak seorang manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur'an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana sidratul muntaha itu.


i. Arsy


'Arsy adalah bentuk mashdar dari kata kerja 'arasya - ya'risyu - 'arsyan yang berarti "bangunan", "singgasana", "istana" atau "tahta". Di dalam al-Quran, kata 'arsy dan kata yang seasal dengan itu disebut 33 kali. Kata 'arsy mempunyai banyak makna, tetapi pada umumnya yang dimaksudkan adalah "singgasana" atau "tahta Tuhan".

Arsy adalah singgasana Allah tempat Allah bersemayam. Keterangan ini ada pada Al Qur’an: Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy. (QS. Thaha : 5)
Arsy terletak di tempat tertinggi. Arsy merupakan atap Firdaus, sedangkan Firdaus adalah surga yang paling tinggi.

Arsy ini sangat luas lebih luas dari langit dan bumi. Langit yang luas ini jika dibandingkan dengan luas ‘arsy sama dengan perbandingan di antara luas sebuah kubah dan luas padang sahara.
Abu asy-Syaikh juga meriwayatkan hadis dari asy-Sya‘bi yang menerangkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "‘Arsy itu terbuat dari batu permata yakut merah. Kemudian, satu malaikat memandang kepada ‘arsy dengan segala keagungan yang dimilikinya". Lalu, Allah Swt. berfirman kepada malaikat tersebut, "Sesungguhnya Aku telah menjadikan engkau memiliki kekuatan yang sebanding dengan kekuatan 7.000 malaikat. Malaikat itu dianugerahi 70.000 sayap. Kemudian, Allah menyuruh malaikat itu terbang. Malaikat itu pun terbang dengan kekuatan dan sayap yang diberikan Allah ke arah mana saja yang dikehendaki Allah. Sesudah itu, malaikat tersebut berhenti dan memandang ke arah ‘arsy . Akan tetapi, ia merasakan seolah-olah ia tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya terbang semula. Hal ini memperlihatkan betapa besar dan luasnya ‘arsy Allah itu."

Itulah beberapa tempat yang dikunjungi dalam perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw.

Meneliti tentang Isra’ Mi’raj

a. Perjalanan Fisik atau non fisik

Perjalanan Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan yang sangat ajaib sehingga ada beberapa orang yang menganggap perjalanan itu merupakan perjalanan dengan ruh saja. Bahkan ada yang menganggap hal itu hanya merupakan mimpi saja. Keyakinan ini didasarkan pada hadis berikut: Ibn Ishak berkata bahwa Ya'kub bin Utbah bin al-Mughirah bin al-Akhnas berkata kepadaku jika Muawiyah bin Abu Sufyan ditanya tentang peristiwa isra' Rasulullah s.a.w maka ia berkata: "sungguh mimpi-mimpi dari Allah adalah benar" (Ibn Hisham, 2002, hlm.361). Ini adalah salah satu contoh pandangan awal dalam sejarah Islam bahwa peristiwa ini mengikut satu pandangan berlaku tidak secara jasad tetapi secara roh saja.

Kalau kita teliti mengenai hadis tersebut, pernyataan Nabi Muhammad kemungkinan adalah merupakan sindiran terhadap orang-orang yang percaya bahwa Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dalam mimpi saja. Nabi bersabda: “sungguh mimpi-mimpi dari Allah adalah benar”. Pernyataan ini bukan berarti bahwa Nabi Muhammad melakukan perjalanan itu dalam mimpi tetapi menegaskan bahwa walaupun itu benar hanya mimpi tapi mimpi dari Allah adalah nyata dan pastinya benar-benar terjadi.

Nabi Muhammad juga tidak pernah menyatakan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan mimpi saja atau hanya perjalanan ruh saja.
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa perjalanan Isra’ Mi’raj tersebut merupakan perjalanan fisik. Bukti pertama adalah peristiwa pembedahan yang dilakukan malaikat terhadap diri Nabi Muhammad. Pembedahan itu merupakan persiapan terhadap fisik Nabi Muhammad untuk melakukan perjalanan. Bukti lainnya yaitu adalah digunakannya buraq sebagai alat transportasi. Kalau hanya Ruh yang melakukan perjalanan tentu tidak membutuhkan hewan Buraq untuk melakukan perjalanan tersebut. Dan Buraq ini juga disebutkan diikat di tembok Buraq yang memang nyata adanya. Batu pijakkan mi’raj juga benar-benar ada dan kini dapat dilihat di dalam Mesjid Kubah batu. Bukti lainnya yaitu ketika dalam perjalanan pulang dari Isra Mi’raj Nabi menyatakan bahwa ia melihat rombongan kafilah yang membawa unta. Bukti fisik itu didapati ketika ternyata benar bahwa unta itu terkejut ketika melihat buraq. Dan bukti fisik lainnya yaitu ketika didapati bahwa air minum para kafilah itu berkurang karena ternyata Nabi Muhammad telah meminumnya. Karena itu sebagai seorang yang beriman maka kita harus percaya bahwa peristiwa Isra’ mi’raj ini adalah benar-benar terjadi dengan fisik dan bukan sekedar ruh saja.

b. Langit yang berlapis-lapis

Lapisan-lapisan yang melukiskan tempat kedudukan benda-benda langit sama sekali tidak dikenal dalam astronomi karena pengetahuan manusia tentang langit memang sangatlah terbatas. Kiranya ada dua Firman-Nya tentang tujuh lapisan langit, yang sekaligus menyinggung pemahaman penafsiran "lapisan langit pertama" (langit terendah). Kita teliti ayat kelima dalam QS. Al-Mulk ayat 5 yang isinya: "Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang itu sebagai alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala".

Pernyataan Allah dengan "menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang" juga dinyatakan lagi dalam QS. Fushshilat ayat 12 : "Lalu Dia menjadikan tujuh langit dalam dua hari, dan kepada tiap-tiap langit itu diwahyukan tugas-tugas mereka. Kami hiasi langit terendah dengan bintang-bintang gemerlapan dan Kami pelihara dengan baik. Demikian ketetapan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui".
Allah menginformasikan di dalam Al Qur'an bahwa langit itu ada tujuh tingkat. Langit yang pertama adalah langit yang dihuni oleh manusia dan makhluk-makhluk seperti binatang, tumbuhan dan benda-benda mati, yang terdapat di planet Bumi. Ditambah lagi, segala benda langit yang mengisinya. Itu semua adalah makhluk di langit pertama. Langit pertama itu di dalam istilah agama disebut sebagai 'Langit Dunia'.


Allah telah memberikan gambaran yang menarik di dalam Al Qur'an, tentang langit Dunia itu: Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Fushshilat (41): 12) Artinya, seluruh ruang angkasa yang berisi triliunan bintang, matahari, galaksi, nebula, meteor, dan segala benda langit termasuk Bumi itu, oleh Allah disebut sebagai langit Dunia. Kata 'Dunia' memiliki arti 'dekat'. Jadi, maknanya menjadi langit yang dekat.

Tiap langit itu dijaga oleh malaikat supaya jangan ada setan-setan yang bisa naik ke atas atau ada jin yang mencoba mendengarkan rahasia-rahasia langit. Pengetahuan manusia sampai saat ini hanya terbatas pada langit yang dunia saja sedangkan mengenai langit yang lainnya kita belum mengetahuinya dengan jelas.

b. Pintu langit


Bila kita membaca kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit maka kita akan penasaran dengan penyebutan istilah pintu langit yang merupakan pintu untuk menuju ke lapisan langit berikutnya. Pertanyaan kita apakah yang disebut pintu langit itu?... Apakah langit itu berpintu jika ada dimanakah pintu itu berada?...


Apakah di luar angkasa itu terdapat sebuah obyek yang disebut pintu langit. Mungkin ini adalah sebuah keanehan bagi kita tetapi ilmu manusia memang belum menemukan apa itu pintu langit. Tetapi walau kita tidak pernah tahu pintu langit itu seperti apa tapi kita tahu bahwa banyak obyek di luar angkasa yang sangat ganjil dan aneh yang belum diketahui rahasianya. Salah satunya adalah lubang hitam.
Apakah lubang hitam ini merupakan pintu langit?.... Walaupun mungkin bukan tapi tidak ada salahnya kalau kita sedikit mengetahui tentang lubang hitam ini.

Istilah lubang hitam pertama kali diangkat oleh fisikawan AS bernama John Archibald Wheeler pada tahun 1968. Lubang hitam ini dapat menarik benda-benda di sekitarnya termasuk cahaya tetapi cahaya itu tidak tembus ke baliknya. Seolah-olah langit ini berlubang. Penelitian menunjukkan adanya sebuah lubang hitam di jantung Bima Sakti. Ada kemungkinan bahwa di jantung setiap galaksi terdapat lubang hitam. Pencarian lubang hitam dan kebenaran teori-teori yang mendukungnya memang masih terus dilakukan para ahli, seiring makin majunya teknologi dan ilmu pengetahuan.

Mungkin perkiraan bahwa lubang hitam adalah pintu langit adalah terlalu berlebihan tapi bisa menjadi salah satu bahan pemikiran bagi kita bahwa ada banyak keajaiban di semesta ini seperti halnya lubang hitam sehingga baik itu pintu langit, lapisan langit dan perjalanan Isra’ mi’raj adalah merupakan salah satu keajaiban yang memang benar-benar ada. Hal ini tentunya dapat menambah keimanan kita bahwa apa yang diceritakan oleh rasulullah sebenarnya adalah nyata hanya saja ilmu kita belum sampai ke sana.

c. Perintah Sholat

Sebenarnya ibadah shalat telah ada sebelum perintah shalat diwajibkan setelah peristiwa Isra’ Mi’raj. Shalat juga dilakukan oleh nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad.

Tentang shalat. Shalat dalam bentuk seperti yang kita laksanakan selama ini disyariatkan setelah Nabi Muhammad SAW ber-Isra' Mi'raj. Tetapi sebelum peristiwa itu, Nabi Muhamamad SAW pun melakukan shalat, namun tidak dengan bentuk sebagaimana seperti yang kita lakukan sekarang ini. Sholat adalah syariat dari masa ke masa, namun antara Nabi yang satu dengan yang lain ada perbedaan bentuk dan cara. Dan dari hasil Isra Mi'raj itulah, sholat dalam 5 waktu diwajibkan atas kita.

Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, telah diperintahkan untuk melakukan shalat. "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail:"Bersihkanlah rumah-ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku', dan yang sujud". (QS. 2:125) Nabi Ibrahim AS berdoa, supaya Allah SWT menjadikan anak-anak keturunan Ibrahim AS sebagai orang yang selalu melakukan shalat, "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankan do'aku. (QS. 14:40).

Pada kisah lain, tentang Nabi Zakariya AS, disebutkan ;"Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya):"Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh". (QS. 3:39). Kepada Nabi Musa AS, Allah SWT berfirman "Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya:"Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman". (QS. 10:87) Pada zaman Bani Israel pun, Allah SWT telah memerintahkan Bani Israel untuk melakukan shalat. Lihat, misalnya, Al-Baqarah ayat 83, "Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu):"Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling". (QS. 2:83). Tentang Bani Israel lagi "Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka orang pemimpin dan Allah berfirman :"Sesungguhnya Aku beserta kamu, seseungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta menunaikan zakat seta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjamkan yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Ku-masukkan kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir diantaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus" (QS. 5:12)

Dari berbagai ayat di atas, perlu kita ketahui bahwa ibadah shalat memang sudah ada sejak dulu. Hanya, tata caranya saja yang [mungkin] berbeda. Suatu hari, dalam kisah masuk Islamnya sayyidina Ali RA, Ali melihat Nabi SAW shalat bersama Sayyidah Khadijah RA. Saat itu pertama kali Ali RA tahu adanya agama baru, Islam. Masih banyak kisah-kisah yang menampakkan Nabi SAW melakukan shalat sebelum Isra' dan Mi'raj.

Berikut diterangkan asal-usul bagaimana setiap sholat mulai dikerjakan.
Subuh:
Manusia pertama yang mengerjakan solat subuh ialah Nabi Adam a.s. yaitu ketika baginda keluar dari syurga lalu diturunkan ke bumi. Perkara pertama yang dilihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa takut yang amat sangat. Apabila fajar subuh telah keluar, Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua rakaat.
Rakaat pertama: Tanda bersyukur karena baginda terlepas dari kegelapan malam.
Rakaat kedua: Tanda bersyukur karena siang telah menjelma.

Zohor:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Zohor ialah Nabi Ibrahim a.s. yaitu tatkala Allah SWT telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s.. Seruan itu datang pada waktu tergelincir matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat.
Rakaat pertama: Tanda bersyukur bagi penebusan.
Rakaat kedua: Tanda bersyukur karena dibukakan dukacitanya dan juga anaknya.
Rakaat ketiga: Tanda bersyukur dan memohon akan keridhaan Allah SWT.
Rakaat keempat: Tanda bersyukur karena korbannya digantikan dengan tebusan kibas.

Ashar:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Asar ialah Nabi Yunus a.s. tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan Nun. Ikan Nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah SWT daripada 4 kegelapan iaitu:
Rakaat pertama: Kelam dengan kesalahan.
Rakaat kedua: Kelam dengan air laut.
Rakaat ketiga: Kelam dengan malam.
Rakaat keempat: Kelam dengan perut ikan Nun.

Maghrib:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Maghrib ialah Nabi Isa a.s. yaitu ketika beliau dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukur Nabi Isa, lalu bersembahyang tiga rakaat karena diselamatkan dari kejahilan tersebut yaitu:
Rakaat pertama: Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang Maha Esa.
Rakaat kedua: Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas ibunya Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.
Rakaat ketiga: Untuk meyakinkan kaumnya bahwa Tuhan itu hanya satu yaitu Allah SWT semata-mata, tiada dua atau tiganya.

Isya:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Isya ialah Nabi Musa a.s.. Pada ketika itu, Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah SWT menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isyak yang akhir. Lalu sembahyanglah Nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur.
Rakaat pertama: Tanda dukacita terhadap isterinya.
Rakaat kedua: Tanda dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.
Rakaat ketiga: Tanda dukacita terhadap Firaun.
Rakaat keempat: Tanda dukacita terhadap anak Firaun

Pada Isra' Mi'raj, Allah memberikan perintah sholat wajib. Dan sholat Subuh adalah sholat yang pertama kali diperintahkan. Karena peristiwa Isra' Mi'raj sendiri terjadi pada saat malam hari. Subuhnya Rasulullah sudah tiba kembali di tempat semula. Mungkin ini juga hikmah bagi kita semua, karena sholat Subuh adalah sholat yang sulit untuk dilaksanakan, di mana pada saat itu banyak manusia yang masih terlelap dalam tidurnya. Sebelum diperintahkannya sholat wajib 5 waktu ini, Rasulullah melaksanakan sholat sebagaimana Nabi Ibrahim.

Hikmah dan pelajaran untuk umat Islam


Peristiwa Isra dan Miraj itu merupakan ujian dan mukjizat yang membuktikan kudrat atau kekuasaan Allah Subhanahu Wataala. Allah Subhanahu Wataala telah menunjukkan bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
Makna penting isra' mi'raj bagi ummat Islam ada pada keistimewaan penyampaian perintah salat wajib lima waktu. Ini menunjukkan kekhususan salat sebagai ibadah utama dalam Islam. Salat wajib dilakukan oleh setiap Muslim.
Shalat lima kali sehari semalam seharusnya mampu membersihkan diri dan jiwa setiap Muslim. Allah mengingatkan:
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut:45)
Shalat merupakan mi’raj nya orang muslim. Ketika kita Sholat maka ketika itu juga kita sedang menghadap Allah SWT. Shalat merupakan ibadah manusia yang disukai Allah SWT. Kalau kita perhatikan bahwa sesungguhnya kita dibentuk oleh Allah SWT sedemikian rupa agar dapat melakukan gerakkan sholat. Ketika kita sholat maka hampir sebagian besar siku-siku kita berfungsi. Mulai dari berdiri, ruku dan sujud semua siku di tubuh kita digunakan. Allah juga pernah berfirman bahwa manusia diciptakan agar beribadah kepada-Nya. Salah satu ibadah itu adalah Sholat. Sholat juga dapat menyehatkan tubuh manusia. Manusia banyak yang menganggap remeh sholat ini padahal banyak misteri yang tidak kita ketahui mengenai betapa ajaibnya gerakkan sholat.


Peristiwa Isra’ Mi’raj dalam Ayat Qur’an dan Hadis
a. Al Qu’ran

Di dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang menunjukkan telah terjadinya perjalanan isra’ mi’raj. Berikut isi ayat-ayat Al Quran:
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Isra 17:1)

Dan sesungguhnya dia (Muhammad) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada surga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. An-Najm 53:13-18).




















b. Hadist


Ada beberapa hadis yang menceritakan tentang Isra’ mi’raj.

Hadis Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Aku benar-benar pasti diriku berada di dalam Hijir, pada ketika itu orang-orang Quraisy sibuk bertanya tentang perjalananku dalam peristiwa israk itu. Mereka bertanya aku berbagai perkara mengenai Baitulmuqaddis yang kurang jelas pada ingatanku. Aku amat dukacita kerana aku belum pernah mengalaminya sebelum ini. Lalu Allah memperlihatkan kepadaku dari jauh sehingga aku mampu melihatnya. Walau bagaimana sekalipun bentuk pertanyaan yang diajukan kepadaku, aku tetap dapat menceritakan kepada mereka dengan jelas. Aku benar-benar pasti bahawa diriku berada dalam sekumpulan para nabi, aku melihat Nabi Musa a.s sedang berdiri mendirikan sembahyang, sememangnya dia seorang lelaki berbadan tinggi, kurus serta berambut kerinting, seolah-olah seorang lelaki dari Kaum Syanu'ah. Aku juga melihat Nabi Isa bin Mariam a.s yang sedang berdiri mendirikan sembahyang, manakala orang yang paling mirip dengannya ialah Urwah bin Mas'ud As-Saqafi. Selain dari itu aku juga melihat Nabi Ibrahim a.s yang sedang berdiri mendirikan sembahyang. Manakala Orang yang amat menyerupainya adalah sahabat kamu semua, maksudnya: Diri baginda sendiri. Ketika masuk waktu sembahyang, aku mengimami mereka, setelah selesai dari sembahyang ada suara memanggilku: Wahai Muhammad! Ini adalah Malik penjaga Neraka, ucapkanlah salam kepadanya! Lalu aku menoleh kepadanya, ternyata dia lebih dahulu mengucapkan salam kepadaku.
----------------------------------------------------------------------

Sabda Nabi s.a.w: "Pada malam Mikraj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: "Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini?. Maka berkata Jibril a.s.: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca selawat untuk engkau dibulan Rejab ini".

----------------------------------------------------------------------

Imam Bukhari merawikan dari Qatadah,dari Anas bin Malik,dan Malik bin Sa'sha'ah, bahwa Nabi saw bercerita kepada mereka tentang malam beliau diisrakkan.Beliau bersabda:

"Suatu malam aku berbaring di bilkku.Tiba-tiba seseorang datang kepadaku lalu membelah antara sini sampai sini dan mengeluarkan hatiku.Kemudian didatangkan setimba emas penuh dengan keimanan,hatiku dibasuh (dengannya) lalu dimasukkan kembali.Kemudian aku dibawa dengan hewan di bawah bighal di atas khimar (buraq) putih. Jibril as membawaku berjalan sampai ke langit dunia.Dia meminta dibukakannya maka ditanya:"Siapa engkau?" Dia berkata:"Jibril."
"Dan siapa yang bersamamu?" Dia berkata:"Muhammad." "Apakah dia diutus (sebagai rasul) pula?" Jibril berkata:"Benar." Lalu dikatakan :"Selamat datang wahai anak yang soleh dan nabi yang soleh."
Kemudian Jibril membawaku naik hingga ke langit kedua.Dia minta dibukakan maka ditanya:"Siapa engkau?" "Jibril."jawabnya."Siapa yang bersamamu?" "Muhammad."
jawabnya lagi. "Apakah dia juga rasul?" "Benar."jawab Jibril.Dikatakan:"Selamat datang wahai sebaik-baiknya yang datang." Kemudian dibukakan.Ketika itu aku nampak Yahya dan Isa,di mana Jibril memperkenalkan:"Inilah Yahya dan Isa."
Kemudian aku memberi salam.Dan mereka membalas salam seraya berkata:"Selamat datang wahai saudara yang baik dan nabi yang baik."

Kemudian Jibril membawaku naik ke langit ketiga.Dia minta dibukakan.Maka ditanya:
"Siapa itu?" "Jibril." "Siapa pula yang bersamamu?" "Muhammad." "Apakah dia seorang rasul juga?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang."
Kemudian dibukakan.Setelah aku jelas,ternyata di situ adalah Yusuf.Dia mengenalkan:"Ini Yusuf." Dia memberi salam kepadanya dan aku juga.Yusuf membalas,lalu berkata:"Selamat datang wahai saudara yang soleh dan nabi yang soleh."

Kemudian Jibril membawaku naik sampai ke langit keempat.Kemudian dia minta dibukakan dan ditanya:"Siapakah itu?" "Jibril." "Siapa pula yang bersamamu?"
"Muhammad." "Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang." Lalu dibukakan dan setelah aku jelas ternyata di situ Idris.Jibril memperkenalkan:"Inilah Idris." Kami lalu memberi salam dan dia menjawab sambil mengucapkan:"Selamat datang wahai saudara yang soleh dan nabi yang soleh."

Kemudian Jibril membawaku naik ke langit kelima.Dia minta dibukakan lalu ditanya:"Siapakah itu?" "Jibril." "Siapakah itu?" "Jibril." "Siapa pula yang bersamamu?" "Muhammad." "Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar."
"Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang." Kemudian dibukakan.Jibril memperkenalkan:"Inilah Harun." Dia memberi salam kepadanya dan aku juga.Lalu dia membalas salam itu sambil berkata:"Selamat datang wahai saudara yang soleh dan nabi yang soleh."

Kemudian Jibril membawaku ke langit keenam.Dia minta dibukakan dan ditanya:"Siapakah di situ?" "Jibril." "Siapa pula yang bersamamu?" "Muhammad."
"Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang." Kemudian dibukakan dan setelah aku jelas,ternyata di situ adalah Musa.Jibril memperkenalkan.Kami memberi salam kepadanya dan Musa pun menjawab sambil mengucapkan:"Selamat datang wahai saudara yang soleh dan nabi yang soleh." Ketika kami hendak berlalu dia menangis.Ditanyakan kepadanya:"Mengapa engkau menangis?" Dia berkata:"Aku menangis kerana seseorang telah diutuskan sesudahku dan ternyata umatnya yang masuk syurga lebih banyak daripada umatku."

Kemudian Jibril membawaku naik ke langit ketujuh.Dia minta dibukakan dan ditanya:"Siapakah di situ?" "Jibril," jawabnya. "Siapa pula yang bersamamu?"
"Muhammad." "Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang." Kemudian dibukakan dan ketika aku telah jelas,ternyata di situ adalah Ibrahim.Jibril memperkenalkan,kami memberi salam kepadanya dan dia membalas salam sambil berkata:"Selamat datang wahai anak yang soleh dan nabi yang soleh."

Kemudian aku dinaikkan ke Sidratul Muntaha.Di situ ada sebuah pohon yang daunnya seperti telinga gajah.Jibrail berkata:"Inilah Sidratul Muntaha." Di situ juga ada empat sungai.Dua sungai di dalam dan dua sungai lagi di luar.Aku bertanya:
"Dua sungai apakah ini,wahai Jibril?" Dia menjawab:"Adapun dua yang di dalam itu adalah sungai di syurga.Sedangkan dua yang nampak jelas ini adalah sungai Nil dan Eifrout."

Kemudian aku di bawa naik lagi ke Baitul makmur,tempat di mana setiap hari tujuh puluh ribu malaikat masuk beribadah di situ.Kemudian mengambil yang susu.Dia berkata:"Itulah fitrah kamu dan umatmu."
Kemudian diwajibkan atasku solat lima puluh kali setiap hari."
Nabi saw bersabda:
"Kemudian aku kembali pulang,bertemu dengan Musa.Dia bertanya:"Kau diperintahkan apa?" "Solat lima puluh waktu setiap hari,"jawabku,Musa berkata:"Umatmu tidak akan mampu untuk solat lima puluh kali setiap hari.Kemballah kepada Tuhanmu,mohon diringankan bagi umatmu!" Kemudian aku kembali lagi dan mendapat keringanan sepuluh.Aku pulang,bertemu Musa.Dia berkata serupa itu lagi.Sehingga aku kembali dan mendapat keringanan sepuluh lagi.Lalu aku pulang dan bertemu Musa.Dia berkata lagi seperti itu.Maka aku kembali dan mendapat keringanan sepuluh.Aku hendak pulang dan bertemu Musa,dia berkata seperti itu lagi.Maka aku kembali sehingga aku diperintah dengan sepuluh kali sahaja,setiap hari.Maka aku kembali kepada Musa,dia berkata seperti itu lagi.Maka aku kembali dan hanya diperintah hanya dengan lima kali solat dalam sehari.Aku kembali kepada Musa,dia bertanya:"Berapa kali sehari kau diperintahkan solat?"
Aku menjawab:"Dengan lima kali setiap hari."
Dia berkata lagi:"Sungguh umatmu tidak akan mampu solat lima kali setiap hari.
Kembalilah kepada Tuhanmu,mohonlah keringanan untuk umatmu." Nabi saw menjawab:"Aku telah memohon kepada Tuhanku sampai aku malu kepada-Nya.
Tetapi aku rela dan aku berserah." Nabi saw berkata:"Ketika aku berlalu ada suara memanggil."Telah Ku tetapkan kefarduan-Ku dan Ku ringankan hamba-hamba-Ku."


Hadis Anas bin Malik r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Aku telah didatangi Buraq. Iaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keldai tetapi lebih kecil dari baghal. Ia merendahkan tubuhnya sehinggalah perut buraq tersebut mencecah bumi. Baginda bersabda lagi: Tanpa membuang masa, aku terus menungganginya sehinggalah sampai ke Baitulmuqaddis. Baginda bersabda lagi: Aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Baginda bersabda lagi: Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan sembahyang sebanyak dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar, secara tiba-tiba aku didatangi dengan semangkuk arak dan semangkuk susu oleh Jibril a.s. Aku memilih susu. Lalu Jibril a.s berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril a.s membawaku naik ke langit. Ketika Jibril a.s meminta agar dibukakan pintu, kedengaran suara bertanya: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutuskan? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutuskan. Lalu dibukakan pintu kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Adam a.s, beliau menyambutku serta mendoakan aku dengan kebaikan. Seterusnya aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutuskan? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutuskan. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Isa bin Mariam dan Yahya bin Zakaria, mereka berdua menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik langit ketiga. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutuskan? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutuskan. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Yusuf a.s ternyata dia telah dikurniakan sebahagian dari keindahan. Dia terus menyambut aku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keempat. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutuskan? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutuskan. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Idris a.s dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Firman Allah s.w.t Yang bermaksud: Dan kami telah mengangkat ke tempat yang tinggi derajatnya. Aku dibawa lagi naik ke langit kelima. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutuskan? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutuskan. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Harun a.s dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keenam. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutuskan? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutuskan. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Musa a.s dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit ketujuh. Jibril a.s meminta supaya dibukakan. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutuskan? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutuskan. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s dia sedang berada dalam keadaan menyandar di Baitul Makmur. Keluasannya setiap hari memuatkan tujuh puluh ribu malaikat. Setelah keluar mereka tidak kembali lagi kepadanya. Kemudian aku dibawa ke Sidratul Muntaha. Daun-daunnya besar umpama telinga gajah manakala buahnya pula sebesar tempayan. Baginda bersabda: Ketika baginda merayau-rayau meninjau kejadian Allah s.w.t, baginda dapati kesemuanya aneh-aneh. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang mampu menggambarkan keindahannya. Lalu Allah s.w.t memberikan wahyu kepada baginda dengan mewajibkan sembahyang lima puluh waktu sehari semalam. Tatakala baginda turun dan bertemu Nabi Musa a.s, dia bertanya: Apakah yang telah difardukan oleh Tuhanmu kepada umatmu? Baginda bersabda: Sembahyang lima puluh waktu. Nabi Musa a.s berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan kerana umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku pernah mencuba Bani Israel dan memberitahu mereka. Baginda bersabda: Baginda kemudiannya kembali kepada Tuhan dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan kepada umatku. Lalu Allah s.w.t mengurangkan lima waktu sembahyang dari baginda. Baginda kembali kepada Nabi Musa a.s dan berkata: Allah telah mengurangkan lima waktu sembahyang dariku. Nabi Musa a.s berkata: Umatmu masih tidak mampu melaksanakannya. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Baginda bersabda: Baginda tak henti-henti berulang-alik antara Tuhan dan Nabi Musa a.s, sehinggalah Allah s.w.t berfirman Yang bermaksud: Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan hanyalah lima waktu sehari semalam. Setiap sembahyang fardu diganjarkan dengan sepuluh ganjaran. Oleh yang demikian, bererti lima waktu sembahyang fardu sama dengan lima puluh sembahyang fardu. Begitu juga sesiapa yang berniat, untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukanya, nescaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya sesiapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak melakukannya, nescaya tidak sesuatu pun dicatat baginya. Seandainya dia melakukannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan baginya. Baginda turun hingga sampai kepada Nabi Musa a.s, lalu aku memberitahu kepadanya. Dia masih lagi berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Baginda menyahut: Aku terlalu banyak berulang alik kepada Tuhan, sehingga menyebabkan aku malu kepada-Nya

----------------------------------------------------------------------
Hadis Malik bin Sokso'ah r.a katanya:
Nabi s.a.w bersabda: Ketika aku berada di tepi Baitullah dalam keadaan separuh tidur, tiba-tiba aku mendengar percakapan salah seorang dari tiga lelaki iaitu yang berada di tengah-tengah. Lalu mereka menghampiri aku dan membawa aku ke suatu tempat. Kemudian mereka membawa sebuah bekas daripada emas yang berisi air Zamzam. Setelah itu dadaku dibedah sehinggalah ke sini dan ke sini. Qatadah berkata, aku telah bertanya kepada orang yang bersamaku: Apakah yang baginda maksudkan? Beliau menjawab: Hingga ke bawah perut baginda. Baginda terus bersabda lagi: Hatiku telah dikeluarkan dan dibersihkan dengan air Zamzam, kemudian mereka meletakkannya kembali di tempat asal. Setelah itu diisi pula dengan iman dan hikmat, lalu dibawa pula kepadaku seekor binatang tunggangan berwarna putih yang dikenali sebagai Buraq, ia lebih besar dari keldai dan lebih kecil dari baghal. Ia mengatur langkahnya sejauh mata memandang, sementara itu aku dibawa di atas belakangnya. Kemudian kami pun memulakan perjalanan hingga sampai ke langit dunia, setelah itu Jibril a.s meminta agar dibukakan pintunya, lalu ditanya: Siapa? Jawabnya: Jibril. Kemudian ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Lalu Jibril menjawab: Muhammad s.a.w. Lalu ditanya lagi: Adakah dia orang yang telah diutuskan? Jawabnya: Ya. Sejurus kemudian malaikat yang menjaga pintu tersebut membuka pintu sambil berkata: Selamat datang, sesungguhnya tetamu utama telah tiba. Lalu kami mengunjungi Nabi Adam a.s. Hadis ini menceritakan kisah yang berlaku pada ketika itu. Seterusnya diceritakan, bahawa Rasulullah s.a.w bertemu dengan Nabi Isa a.s dan Nabi Yahya a.s di langit kedua, manakala di langit ketiga pula baginda berjumpa dengan Nabi Yusuf a.s. Seterusnya di langit keempat bertemu pula dengan Nabi Idris a.s. Setelah sampai di langit kelima baginda bertemu pula dengan Nabi Harun a.s. Seterusnya Rasulullah s.a.w bersabda: Kemudian kami meneruskan perjalanan sehingga sampai di langit keenam, lalu aku menemui Nabi Musa a.s dan memberi salam kepadanya. Beliau segera menjawab: Selamat datang wahai saudara dan nabiku yang soleh. Semasa aku meningalkannya, beliau terus menangis. Lalu beliau ditanya: Apakah yang menyebabkan kamu menangis? Beliau menjawab: Wahai Tuhanku! Engkau telah mengutus pemuda ini kemudian dari ku, tetapi umatnya paling ramai memasuki Syurga berbanding dengan umatku. Kami meneruskan lagi perjalanan sehingga sampai di langit ketujuh, lalu aku mengunjungi Nabi Ibrahim a.s. Hadis ini menjelaskan bagaimana Rasulullah s.a.w menceritakan bahawa baginda melihat empat batang sungai yang keluar dari pangkalnya iaitu dua batang sungai yang jelas kelihatan dan dua batang sungai yang samar-samar. Lalu Rasulullah s.a.w bertanya: Wahai Jibril! Sungai-sungai apakah ini? Jibril menjawab: Dua batang sungai yang samar-samar itu merupakan sungai Syurga, manakala yang jelas kelihatan adalah sungai Nil dan Furat. Seterusnya aku dibawa naik ke Baitulmakmur, lalu aku bertanya: Wahai Jibril, apakah ini? Lalu Jibril menjawab: Ini adalah Baitulmakmur, setiap hari tujuh puluh ribu Malaikat akan memasukinya. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan memasukinya lagi kerana itu merupakan kali yang terakhir mereka memasukinya. Kemudian dibawa pula kepadaku dua bekas yang satunya berisi arak dan satu lagi berisi susu. Keduanya dihulurkan kepadaku lalu aku memilih susu. Maka dikatakan kepadaku: Kamu membuat pilihan yang tepat! Allah menghendakimu dan umatmu dalam keadaan fitrah iaitu kebaikan dan kelebihan. Kemudian difardukan pula kepadaku sembahyang lima puluh waktu setiap hari kemudian diceritakan kisah seterusnya hingga ke akhir Hadis

----------------------------------------------------------------------
Hadis Ibnu Abbas r.a katanya:
Rasulullah s.a.w telah menceritakan tentang perjalanan Israknya. Baginda bersabda: Nabi Musa a.s berkulit sawa matang dan tinggi seperti seorang lelaki dari Kabilah Syanu'ah. Manakala Nabi Isa a.s pula berbadan gempal, tingginya sederhana. Selain dari itu baginda juga menceritakan tentang Malik penjaga Neraka Jahanam dan Dajal
----------------------------------------------------------------------
Hadis Abu Hurairah r.a katanya:
Nabi s.a.w telah bersabda: Semasa aku dibawa berjalan dalam peristiwa Israk, aku telah bertemu dengan Musa a.s lalu baginda memberi gambaran mengenainya, maka ternyata beliau seorang lelaki yang tinggi kurus dan berambut ikal, seolah-olah beliau seorang lelaki dari Kabilah Syanu'ah. Selain dari itu aku juga telah berjumpa dengan Nabi Isa a.s lalu baginda memberi gambaran mengenainya, ternyata beliau berwajah dan berperawakan sederhana, berkulit merah, seolah-olah baru keluar dari bilik mandi. Kemudian aku bertemu pula dengan Nabi Ibrahim a.s dan baginda menyatakan kepada kami bahawa bagindalah keturunannya yang paling mirip dengannya. Lalu dibawa kepadaku dua bekas, salah satunya berisi susu dan satu lagi berisi arak. Dikatakan kepadaku: Ambillah mana-mana satu yang engkau suka, lalu aku mengambil bekas yang berisi susu dan meminumnya. Kemudian dikatakan kepadaku: Engkau sememangnya telah diberi petunjuk dengan fitrah atau engkau menepati fitrah, seandainya engkau mengambil arak, niscaya sesatlah umatmu

Selain hadis-hadis di atas masih ada hadis lainnya yang menceritakan tentang Isra' mi'raj ini yang semuanya tidak bisa ditulis disini..

PENUTUP

Perjalanan Isra’ Mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad telah membuka sedikit misteri tentang bagaimana langit itu dan juga bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa kita manusia hanyalah sebagian kecil saja diantara ciptaan Allah yang lain.
Semoga tulisan tentang kisah Isra’ mi’raj ini dapat bermanfaat. Segala kebenaran adalah milik Allah semata. Harap maklum bila terdapat banyak kekurangan dari tulisan ini.
Wassalam